Negeri Hancur Karena Elit nya Tidak Amanah dan Korup

- 24 Mei 2024, 12:32 WIB
Hamdani, Pemgamat Ekonomi dan Politik
Hamdani, Pemgamat Ekonomi dan Politik /Pikiran Aceh/

PIKIRANACEH.COM - Sangat penting bagi setiap orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya untuk memiliki satu sikap yang melahirkan kepercayaan orang lain kepada dirinya atas dasar kebenaran. Apalagi bila ia seorang pemimpin atau mereka yang telah ditunjuk sebagai pemimpin oleh publik seperti presiden, gubernur, bupati/wali kota, lurah hingga pemimpin informal termasuk didalamnya ketua partai, anggota dewan dan seterusnya.

Namun faktanya bahwa para pemimpin atau sekelompok elit pemimpin justru berperilaku koruptif dan tidak menjalankan tugasnya dengan amanah. Sifat yang ditampilkan tidak sesuai dengan posisi mereka sebagai pelayan publik. Padahal dipundak mereka jutaan nasib rakyat bergantung. Mengapa mereka tidak amanah?

Secara konsep kata amanah seakar dengan kata iman. Ini berarti sikap amanah mempunyai korelasi erat dengan iman seseorang. Orang beriman pasti memiliki sifat amanah. Sedaangkan orang yang tidak amanah berarti tidak ada iman dalam dirinya, meskipun lidahnya menyatakan beriman. Bahkan sebaliknya menjadi pengkhianat.

Allah Swt berfirman: "'Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad), dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedangkan kamu mengetahui.'' (QS 8: 27)

Baca Juga: Sejumlah Tokoh Politik Ini Diprediksi Bakal Jadi Saingan Mualem di Pilkada 2024

Sikap amanah harus diwujudkan dalam semua aspek kehidupan. Orang yang memegang amanah dituntut menjalankan dan menyampaikan kepada yang berhak menerimanya. Firman Allah Swt, ''Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil ....'' (QS 4: 58).

Memiliki sikap amanah penting dalam kegiatan muamalah [hubungan antar manusia/hubungan sosial]. Sikap amanah yang dimiliki seseorang dapat dijadikan tolok ukur mengangkatnya menjalankan tugas tertentu. Sebaliknya, suatu urusan yang diserahkan kepada orang yang tidak amanah, maka urusan itu akan berantakan. Sebab, orang yang tidak amanah berarti ia tidak profesional menjalankan tugasnya.

Rasulullah SAW menjelaskan, ''Apabila amanah telah disia-siakan, tunggulah saat kehancurannya.'' Seorang sahabat bertanya, ''Ya Rasulullah, bagaimana maksud menyia-nyiakan amanah itu?'' Nabi menjawab, ''Yaitu menyerahkan suatu urusan ditangani oleh orang yang bukan ahlinya. Untuk itu tunggulah saat kehancuran urusan tersebut.'' (HR Bukhari).

Khianat merupakan lawan dari amanah. Sikap ini melekat pada orang yang kurang beriman. Sikap khianat ini merupakan ciri orang munafik yang diekspresikan dengan menyalahi janji, melanggar aturan dan apa yang telah dipercayakan kepadanya. Orang demikian digelari sebagai makhluk terburuk yang sangat dibenci Allah.

Allah berfirman, ''Sesungguhnya binatang (makhluk) yang paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang yang kafir, karena mereka itu tidak beriman. (Yaitu) orang-orang yang kamu telah mengambil perjanjian dari mereka, sesudah itu mereka mengkhianati janjinya pada setiap kalinya, dan mereka tidak takut (akibat-akibatnya).'' (QS 8: 55-56).

Sikap khianat amat berbahaya bila berkembang dalam kehidupan suatu masyarakat, bangsa dan negara. Sikap ini merugikan orang yang dikhianati dan pelakunya, hingga menghancurkan republik ini. Apabila sikap khianat melekat pada seseorang, berarti saat itu telah lepas dari nya sikap amanah. Sebab, antara amanah dan khianat tidak mungkin berkumpul pada saat bersamaan.

Nabi Saw bersabda, ''Tidak mungkin berkumpul iman dan kafir dalam hati seseorang, dan tidak mungkin pula berkumpul sifat jujur dan dusta padanya sekaligus, sebagaimana tidak mungkin berkumpul sifat khianat dan amanah padanya secara bersamaan.'' (HR Ahmad)

Sikap amanah harus dimiliki setiap individu, sekali lagi terutama para pemimpin. Dengan sikap amanah diharapkan tugas-tugas yang diberikan kepada mereka dapat dijalankan dengan baik dan membawa kejayaan bangsa. Sebaliknya, apabila sikap khianat menjadi budaya, maka bangsa ini akan semakin terpuruk. Slogan Bersih, Merakyat dan Kerja nyata hanya kamuflase saja. 

Tulisan ini tentu saja tidak bermaksud untuk menunjuk hidung siapapun. Namun sebagai pengingat diri dan semoga saja bisa menjadi manfaat bagi yang ingin mengambil pembelajaran. Menutup catatan sederhana ini, mari kita resapi sebuah hadits berikut ini:

Imam al-Bukhari dan Imam Muslim Rahimahumallahu Ta’ala meriwayatkan, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda, “Siapa yang diberi oleh Allah Ta’ala amanah untuk mengurus rakyat, kemudian dia meninggal dunia pada hari yang telah ditaqdirkan dalam kondisi melakukan tipu daya terhadap rakyatnya, maka Allah Ta’ala mengharamkan surga baginya.”

Editor: Hamdani


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah