Dokter Spesialis Kandungan RSUD Aceh Tamiang Dilapor Polisi Terkait Dugaan Malpraktek

- 15 November 2023, 12:13 WIB
RSUD Aceh Tamiang
RSUD Aceh Tamiang /Pikiran Aceh/ist/

Dokter Spesialis Kandungan RSUD Aceh Tamiang Dilapor Polisi Terkait Dugaan Malpraktek

PIKIRAN ACEH – Dokter spesialis obstetri dan ginekologi (spesialis kandungan) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Tamiang berinisial EAW diduga melakukan malpraktek  terhadap pasien inisial RDP (30) saat melakukan operasi melahirkan di rumah sakit tersebut pada 28 Juni 2023.

Diduga benda asing berupa gumpalan tampon atau kain kasa yang ukurannya kurang lebih sebesar kepalan tangan dalam vagina korban. Tampon tersebut diduga berasal dari tindakan bedah perut (post laparatomi) yang dijalani RD sebelumnya di RSUD Aceh Tamiang.

Kondisi ini diketahui setelah korban RDP melakukan pemeriksaan ke salah seorang dokter kandungan di Langsa pada 12 September 2023. Dari hasil pemeriksaan diketahui ada benda asing dalam vagina korban.

Sehingga RDP harus menjalani operasi di Rumah Sakit Umum Cut Meutia Kota Langsa, dari hasil operasi ditemukan gumpalan tampon atau kain kasa yang ukurannya kurang lebih sebesar kepalan tangan.

Baca : RSUD Aceh Besar Menjadi Rumah Sakit Rujukan Stunting dan Gizi Buruk Kerjasama dengan Puskesmas Kecamatan

Kondisi ini bermula pada 28 Juni 2023, korban menjalani operasi melahirkan di RSUD Tamiang yang ditangani dokter spesialis kandungan inisial EAW. Pasca operasi korban mulai merasakan nyeri di bagian vaginanya, kesakitan saat buang air, serta kesusahan saat duduk dan berjalan.

Kondisi korban juga mulai mengeluarkan cairan kuning bercampur darah yang mengeluarkan bau tidak sedap bahkan darah nifasnya tidak kunjung berhenti meski sudah memasuki hari ke 70 pasca persalinan.

Pemeriksaan di Langsa

Karena kondisinya semakin memburuk, akhirnya RDP melakukan pemeriksaan di salah satu dokter spesialis kandungan di Kota Langsa dari pemeriksaan tersebut diketahui ada benda asing dalam vagina korban.

Dan keesokannya, RDP kembali menjalani operasi di Rumah Sakit Umum Cut Meutia Kota Langsa. Dari hasil operasi ditemukan gumpalan tampon atau kain kasa yang ukurannya kurang lebih sebesar kepalan tangan.

Baca : Ratusan Tenaga Kesehatan RSUD Meulaboh Gelar Aksi Demo, Ini Tuntutannya

Diduga kain kasa tersebut  berasal dari tindakan bedah perut (post laparatomi) yang dijalani RD sebelumnya di RSUD Aceh Tamiang.

Lapor Polisi

Selanjutnya didampingi YLBHI-LBH Banda Aceh, korban RDP melaporkan dugaan malpraktek tersebut ke Polda Aceh pada 02 Oktober 2023 dengan Surat Tanda Penerimaan Laporan Nomor TTLP/213/IX/2023/SPKT/Polda Aceh.  

Diduga Dokter EAW yang menangani RD telah melakukan malpraktek yang melanggar ketentuan Pasal 440 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan (UU Kesehatan), dan/atau Pasal 360 jo Pasal 361 KUHP.

Baca : Pemko Lhokseumawe Tangani Bayi Berusia 10 Bulan Menderita Kelainan Jantung

Selain itu, EAW juga diduga telah melanggar Pasal 8 Kode Etik Kedokteran Indonesia dan Pasal 7a Pedoman Pelaksanaan Kode Etik Kedokteran Indonesia yang menuntut seorang dokter bersikap profesional serta wajib memberikan pelayanan secara kompeten dalam setiap praktik medisnya.

“Korban berharap kepolisian mengusut kasus tersebut hingga tuntas dan memproses setiap orang yang diduga terlibat,” ujar Kepala Operasional YLBHI – LBH Banda Aceh, Muhammad Qodrat kepada wartawan,  Senin, 13 November 2023 (*)

Editor: Muhammad Nasir


Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah